Selain melakukan penanaman, pihak kepolisian juga berupaya membantu menjembatani berbagai keluhan para petani, terutama terkait ketersediaan pupuk subsidi dan bibit jagung. Polres Pesisir Selatan bersama pihak terkait melakukan pendataan kebutuhan petani yang nantinya akan disampaikan kepada Dinas Pertanian untuk diteruskan ke pemerintah pusat.
“Kami akan mendata kebutuhan petani, baik pupuk maupun bibit. Data tersebut akan disampaikan kepada Dinas Pertanian agar bisa diperjuangkan ke kementerian,” kata Kapolres.
Pemkab Pessel Pastikan Ketersediaan Bibit Jagung
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Hortikultura Kabupaten Pesisir Selatan Hendro Kurniawan menegaskan bahwa pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan Polres Pesisir Selatan untuk mendukung program swasembada pangan nasional.
Menurut Hendro, pihaknya juga memastikan ketersediaan pupuk dan bibit jagung bagi para petani di daerah tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 lalu, Dinas Pertanian Pesisir Selatan menerima bantuan dari Kementerian Pertanian RI untuk pengembangan jagung seluas 10 ribu hektare. Sementara untuk tahun 2026, daerah itu kembali mendapatkan bantuan pengembangan jagung seluas 6 ribu hektare yang akan segera disalurkan kepada para petani.
“Jadi, petani jagung di Pesisir Selatan tidak perlu khawatir terkait ketersediaan pupuk maupun bibit jagung,” ucapnya.
Kegiatan penanaman jagung serentak tersebut juga dihadiri Wakapolres Pesisir Selatan Kompol Syafrizen, para pejabat utama Polres Pessel, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah dan para petani, diharapkan produksi jagung di Pesisir Selatan dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata terhadap target swasembada pangan nasional.





