Padang, hantaran.Co–Selama bulan suci Ramadan 1447 H, Pondok Pesantren (Ponpes) Parabek menerjunkan para santrinya dalam program agenda ramadan yang dilaksanakan di berbagai masjid dan musala.
Program tersebut menjadi sarana dakwah sekaligus pembelajaran langsung bagi santri di tengah masyarakat. Dalam program itu santri terlibat dalam kegiatan keagamaan, mulai dari menyampaikan kultum dan pengajian, imam salat hingga sebagai pewara yang mengiringi pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadan.
Baca Juga : 3 Remaja Terpemper Kereta Api di Kawasan Parupuak Tabiang, 2 Meninggal 1 Kritis
Salah satu santri Ponpes Parabek yang menjalankan program tersebut yakni Muhammad Abbiyu Altaf. Ia mengisi agenda ramadan yang ditugaskan pondok dengan memberikan tausyiah agama di Masjid Al Amin, Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (7/3/2026). Saat ini Abbiyu tengah duduk di bangku kelas 2 MTS Ponpes Parabek.
Bagi Abbiyu agenda ramadan tersebut tidak hanya sekedar tugas yang diberikan dari Ponpes melainkan sebagai media pembelajaran untuk mengasah kemampuan public speaking dan melatih percaya diri.
“Tugas yang diberikan ponpes sangat membantu karena ini menjadi ajang latihan dan praktik terutama ketika ingin menjadi seorang Dai,” ujarnya.
Ia juga menilai agenda Ramadan tidak hanya meningkatkan keterampilan para santri, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berbagi ilmu yang telah dipelajari selama di Ponpes dengan masyarakat. Ponpes Parabek juga telah memberikan pembekalan di asrama agar para santri lebih siap dalam melaksanakan kegiatan selama bulan Ramadan.
“Sebelum libur PBM jelang Idul Fitri kami diberikan pelatihan oleh ustad. Diharapkan apa yang telah kami dapatkan dari Ponpes dapat bermanfaat bagi masyarakat melalui agenda Ramadan ini,” ujarnya.
Orang Tua Santri Ponpes Parabek Beri Dukungan
Sementara itu, orang tua dari Abbiyu Eko Syaputra mengapresiasi dan merespon positif penugasan dari Ponpes kepada santri selama bulan Ramadan. Baginya melihat anak tampil di depan publik merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.
“Sebagai orang tua, kami sangat mensuport kegiatan ini karena memang kami ingin anak memiliki keterampilan terutama di bidang agama,” ujarnya.
Sebagai dukungan Eko mendampingi anaknya saat melaksanakan kegiatan sekaligus mencarikan jadwal di masjid untuk memberikan kultum.
“Alhamdulillah untuk Ramadan tahun ini Abbiyu sudah mendapatkan tiga jadwal. Kami berharap kegiatan ini menjadi modal dalam mengembangkan keterampilan dan pengabdian untuk masyarakat,” ujarnya.





