Azan Magrib pun berkumandang dari surau tak jauh dari lokasi. Gelas-gelas air dibagikan, hidangan berpindah tangan, dan ratusan orang yang hadir serentak membatalkan puasa.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh kehangatan, kantor baru itu bukan hanya menjadi bangunan fisik bagi PDIP di Kabupaten Lima Puluh Kota, tetapi juga simbol harapan akan kedekatan yang lebih erat antara politik dan masyarakat. (*)





