BeritaPolitik

Dari Batu Balang, Srikandi PDIP Bangun Wajah Baru Politik di Lima Puluh Kota

0
×

Dari Batu Balang, Srikandi PDIP Bangun Wajah Baru Politik di Lima Puluh Kota

Sebarkan artikel ini

LIMA PULUH KOTA, HANTARAN.CO – Senja di Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Senin (9/3/2026), terasa lebih hangat dari biasanya. Di halaman gedung baru kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Lima Puluh Kota, masyarakat dan pengurus partai duduk bersisian menunggu waktu berbuka puasa.

Tidak ada sekat antara pengurus partai dan warga. Anak-anak berlarian di halaman, sementara para orang tua berbincang santai sembari menikmati hidangan sederhana yang tersaji di atas meja panjang.

Momentum kebersamaan itu sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru bagi PDIP di daerah tersebut, dengan dilaksanakannya tradisi “menaiki rumah” gedung kantor baru DPC PDIP Kabupaten Lima Puluh Kota.

Baca Juga  Pemko Padang Matangkan Kesiapan Masjid Hadapi Ramadan

Ketua DPC PDIP Kabupaten Lima Puluh Kota, Siska, didampingi Sekretaris Muhammad Joni Dt. Bosa Nan Panjang, mengatakan keberadaan kantor baru ini diharapkan bukan sekadar menjadi tempat aktivitas organisasi, tetapi juga ruang terbuka bagi masyarakat untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi.

“Rumah ini bukan hanya untuk pengurus partai, tetapi juga untuk masyarakat. Kami ingin kantor ini menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, dan mencari solusi bersama bagi kemajuan daerah,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinan Siska yang dikenal sebagai salah satu srikandi politik di daerah itu, PDIP Kabupaten Lima Puluh Kota mulai menampilkan wajah baru. Pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat menjadi salah satu semangat yang terus dibangun.

Baca Juga  Marhaban Ya Ramadan

Di antara keramaian warga yang hadir, Ujang (56), seorang tukang dari Nagari Lubuak Batingkok, mengaku senang bisa berbuka puasa bersama para pengurus partai.

“Biasanya kami hanya lihat mereka di berita atau saat kampanye. Tapi hari ini kami duduk bersama, makan bersama. Rasanya seperti keluarga,” kata Ujang sambil tersenyum.

Baginya, kebersamaan sederhana seperti itu jauh lebih berarti dibanding sekadar seremoni. Ia berharap kantor baru tersebut benar-benar menjadi tempat masyarakat menyampaikan harapan dan keluhan.