Ia juga mengajak seluruh pelatih untuk membangun kolaborasi yang kuat dengan KONI dalam mempersiapkan atlet menuju prestasi puncak.
“KONI memiliki tanggung jawab menyiapkan seluruh dukungan pembinaan, sementara pelatih fokus mempersiapkan atletnya. Dua unsur ini harus berjalan bersama untuk melahirkan prestasi,” kata Hamdanus.
Terkait dukungan anggaran, Hamdanus mengakui bahwa dana Pelatprov saat ini mungkin belum sepenuhnya mencukupi. Namun pihaknya akan berupaya menambah dukungan melalui APBD Perubahan serta sumber pendanaan lain.
“Kalau kita mampu melahirkan prestasi dan menunjukkan perkembangan signifikan, tentu DPRD dan Pemprov Sumbar akan mendukung. KONI juga akan berupaya mencari tambahan anggaran lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr. Septri, menyampaikan bahwa setelah proses verifikasi, terdapat 35 cabang olahraga yang akan dibina dalam program Pelatprov Sumbar.
Sebagai tahap awal sebelum Pelatprov berjalan penuh, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Sumbar telah melaksanakan tes fisik, tes kesehatan, serta psikotes terhadap para atlet.
“Tes pertama ini bukan untuk menyeleksi atlet masuk Pelatprov, tetapi untuk melihat baseline awal atlet. Tes kedua yang akan dilakukan pada Mei mendatang menjadi evaluasi apakah performa atlet meningkat atau tidak,” ujarnya.





