Menurutnya, pemerintah memberikan subsidi sekitar 20 hingga 30 persen dari harga pasar untuk sejumlah komoditas yang dijual. Beberapa komoditas yang tersedia, di antaranya beras lokal premium sebanyak tiga ton yang dijual Rp145 ribu per karung dari harga pasar sekitar Rp180 ribu. Minyak goreng kemasan dua liter dijual Rp30 ribu dari harga pasar sekitar Rp39 ribu.
Selain itu, gula pasir dijual Rp14 ribu per kilogram dari harga pasar Rp19 ribu dengan stok satu ton, serta telur ayam sebanyak 300 tray yang dijual Rp40 ribu per tray dari harga pasar sekitar Rp55 ribu. Cabai merah dan bawang merah masing-masing dijual Rp25 ribu per kilogram dengan stok 150 kilogram, sementara bawang putih dijual Rp24 ribu per kilogram dengan stok 100 kilogram.
Faizal menjelaskan pasar murah tersebut diperuntukkan khusus bagi warga Kota Payakumbuh dengan menunjukkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) saat berbelanja. “Ini untuk memastikan bantuan harga ini benar-benar dirasakan masyarakat Payakumbuh,” katanya.
Salah seorang warga Bunian, Meri (40), mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut, karena harga kebutuhan pokok biasanya meningkat menjelang Lebaran. “Alhamdulillah sangat membantu. Kami bisa menyiapkan kebutuhan rumah tangga menjelang Lebaran dengan harga yang lebih murah,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala karena sangat membantu masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II Setdako Payakumbuh Yasrizal, Staf Ahli Irwan Suwandi, Kabag Perekonomian A. Arifianto, serta jajaran Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh. (*)





