Sementara itu, bagi Bundo Emiko, kegiatan berbagi ini sudah menjadi niat keluarga yang dijaga dari tahun ke tahun. Ia tidak banyak bicara, hanya meminta satu hal dari masyarakat.
“Doakan saja supaya kami diberi kesehatan, agar bisa terus berbagi,” ujarnya singkat.
Hingga siang hari, arus warga yang datang masih terus terlihat. Di halaman pondok pesantren itu, zakat bukan sekadar angka tonase beras.
Ia berubah menjadi senyum, harapan, dan doa yang mengalir dari banyak hati.
Kadang, di sebuah nagari kecil di tepi Danau Singkarak, kebahagiaan memang bisa hadir dalam bentuk yang sederhana sekarung beras dan rasa saling peduli.(h/rvo)





