“Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 sampai 25 Maret 2026 dan 28 sampai 29 Maret 2026,” jelasnya.
Polri telah menyiapkan sebanyak 2.746 pos, yang terdiri dari 1.624 Pos Pengaman, 779 Pos Pelayanan, serta 343 Pos Terpadu, sebagai pusat informasi, pelayanan dan rest area bagi masyarakat yang melakukan perjalanan baik pada arus mudik maupun pada arus balik.
“Pengamanan juga difokuskan terhadap 185.607 objek berupa rumah ibadah, pemukiman masyarakat, lokasi salat Idulfitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, bandara dan objek vital lainnya ” pungkasnya.
Sementara itu, Polres Pasaman Barat dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Singgalang 2026 melibatkan sebanyak 112 personel Polres Pasaman Barat, dibantu personel TNI Kodim 0305/Pasaman dan instansi terkait pemerintah daerah setempat.
“Selain pengecekan kesiapan pasukan, Polres Pasaman Barat juga memastikan kesiapan kendaraan operasional baik roda dua, roda empat, roda enam maupun perlengkapan lainnya untuk mendukung pelaksanaan operasi ini berjalan sukses,” katanya.
AKBP Agung menyebut, dalam memberikan pelayanan maupun pengamanan kepada masyarakat selama arus mudik hingga perayaan hari raya Idulfitri, Polres Pasaman Barat mendirikan sebanyak lima Pos Pengamanan dan Pelayanan yang tersebar di wilayah Pasaman Barat.
Sebanyak dua Pos Pengamanan berada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pantai Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas dan Pos Pengamanan Pantai Pohon Seribu Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisie.





