Ekonomi

Garuda Indonesia Berikan THR, Harga Tiket Padang-Jakarta Rp1,1 Juta

0
×

Garuda Indonesia Berikan THR, Harga Tiket Padang-Jakarta Rp1,1 Juta

Sebarkan artikel ini

Padang,hantaran.co–Menyambut momentum lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, maskapai penerbangan Garuda Indonesia menghadirkan program khusus Tiket Hari Raya (THR) selama periode Ramadan.

Adapun program THR tersebut berlaku untuk periode pembelian hingga 19 Maret 2026 dan periode perjalanan dari 14 Maret hingga 19 Maret 2026. Program THR ini memberikan potongan harga tiket penerbangan domestik bagi masyarakat yang ingin bepergian menjelang Lebaran.

Baca Juga : Annisa Suci Ramadhani Desak OPD Percepat Pencairan THR Pegawai

Manager Sales dan Service Garuda Indonesia Padang, Ayu Enike mengatakan, program THR merupakan bagian dari relaksasi harga tiket yang ditawarkan oleh Garuda Indonesia bagi perantau-perantau yang hendak melakukan perjalanan mudik.

Baca Juga  Pemerintah Gaji Petani Pulihkan Sawah Terdampak Bencana

“Kalau Garuda Indonesia programnya itu diberi nama THR, secara dari segi harga tiket memang ada potongan,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

Ayu menjelaskan berdasarkan promo THR ini harga tiket perjalanan Padang dari tujuan Jakarta Garuda Indonesia menawarkan harga mulai dari Rp 1,1 juta. Sementara perjalanan dari Jakarta tujuan Padang harga tiket mulai dari Rp 1,5 juta.

“Program ini merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia yang senantiasa menghadirkan perjalanan udara yang aman dan nyaman dengan harga yang menarik bagi kustomer yang merencanakan perjalanan untuk memanfaatkan momen libur Lebaran 2026 ini,” ujarnya.

Baca Juga  Santunan Jasa Raharja Sumbar Tahun 2025 Sebesar Rp77,65 Miliar, Angka Kecelakaan Meningkat

Tempat Pembelian Tiket Garuda

Ayu menambahkan, untuk pembelian tiket program THR dapat dapat dilakukan melalui semua platform resmi Garuda Indonesia, online travel agent maupun konvensional travel agent.

“Tidak ada syarat khusus dari promo ini, silahkan masyarakat untuk memanfaatkan program dengan membeli langsung tiket,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Hal itu terlihat dari tingkat keterisian kursi pada beberapa jadwal penerbangan.

“Penerbangan hingga 21 Maret tingkat keterisian sudah mencapai angka 100 persen,” ujarnya.