DLH Sumbar juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengurangi sampah sejak dari rumah tangga, termasuk saat melakukan perjalanan mudik.
Tasliatul mengimbau pemudik menyediakan tempat sampah kecil di dalam kendaraan, sehingga sampah tidak dibuang sembarangan di jalan.
“Minimal sediakan tempat sampah kecil di mobil. Jadi ketika berhenti di rest area atau tempat istirahat, sampah bisa langsung dibuang ke tong sampah yang tersedia,” katanya.
Ia mengakui, selama ini masih sering ditemukan perilaku pemudik yang membuang sampah sembarangan, terutama ketika terjadi kemacetan lalu lintas.
“Kadang saat macet mereka makan atau belanja, lalu sampahnya dibuang begitu saja. Perilaku seperti ini yang harus kita ubah bersama,” ujarnya.
Tak hanya itu, imbauan pengurangan sampah juga berlaku saat pelaksanaan Salat Idul Fitri. Masyarakat dianjurkan membawa sejadah masing-masing dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Pengelola lokasi salat Idul Fitri juga diminta menyediakan tempat sampah agar kebersihan tetap terjaga setelah pelaksanaan ibadah.
“Dimanapun pelaksanaan salat Idul Fitri, kita berharap masyarakat menjaga kebersihan dan meminimalkan sampah,” katanya.
Tasliatul menambahkan, Pemprov Sumbar juga akan menurunkan tim lintas instansi untuk memantau kondisi selama arus mudik hingga pasca-Lebaran. Tim tersebut akan mengawasi berbagai aspek, mulai dari arus lalu lintas, ketertiban masyarakat, hingga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, keberhasilan gerakan “Mudik Minim Sampah” tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, baik yang mudik ke Sumbar maupun yang merayakan Lebaran di kampung halaman, untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Kurangi sampah mulai dari diri sendiri dan rumah tangga,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan apabila melihat perilaku membuang sampah sembarangan.
“Kalau melihat ada yang membuang sampah sembarangan, mari saling mengingatkan. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (h/fzi).





