Ia berharap pola pembangunan tanpa pengelolaan yang jelas seperti itu tidak terulang kembali di masa mendatang. Menurutnya, setiap pembangunan yang menggunakan anggaran negara harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.
Meski demikian, Risnaldi mengakui bahwa potensi wisata Pulau Semangki masih sangat besar. Keindahan pantai dengan pasir putih, laut yang jernih serta berbagai spot memancing dinilai menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan.
“Hari ini kami mengunjungi Pulau Semangki Gadang dan Semangki Ketek di Kabupaten Pesisir Selatan. Luar biasa indahnya, pantainya bersih, pasirnya putih, spot mancing ada, fasilitas sebenarnya juga sudah ada,” katanya.
Menurutnya, permasalahan utama saat ini bukan pada potensi alam, melainkan pada pengelolaan dan promosi yang belum optimal. Jika dikelola dengan baik dan dipromosikan secara tepat, kawasan ini diyakini dapat berkembang menjadi destinasi wisata favorit.
“Ini tinggal lagi bagaimana kita mempromosikan, mem-packaging, membungkus dan menjualnya sebagai destinasi wisata. Mudah-mudahan ke depan bisa kita garap secara maksimal,” tambahnya.
Risnaldi juga menilai lokasi Pulau Semangki sangat strategis karena jaraknya yang relatif dekat dari daratan utama. Dari Pelabuhan Penasahan, pulau tersebut dapat ditempuh hanya sekitar 10 menit perjalanan menggunakan perahu.
“Jarak dari Pelabuhan Penasahan ke sini hanya sekitar 10 menit saja. Sangat dekat dan potensinya luar biasa,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berharap ke depan kawasan Pulau Semangki dapat ditata kembali dengan konsep pengelolaan yang lebih baik sehingga tidak hanya menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. (h/kis)





